Ia menjelaskan, pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat membuat konsumsi LPG subsidi terus meningkat. Sementara kuota yang tersedia masih terbatas.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Morowali menggelar operasi pasar LPG subsidi di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Bungku Barat disediakan sekitar 560 tabung LPG 3 kg, Bungku Tengah 150 tabung, Bahodopi 770 tabung, dan Bungku Pesisir sebanyak 200 tabung.
Selain itu, pemerintah juga menggelar pasar murah yang menyediakan LPG non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di tingkat pengecer.
Dalam program tersebut, LPG 5,5 kg dijual seharga Rp145 ribu per tabung, lebih rendah dibandingkan harga pengecer yang mencapai Rp170 ribu. Sementara isi ulang LPG 12 kg dijual Rp260 ribu, dibandingkan harga pasar sekitar Rp300 ribu.
Menurut Hendra, program pasar murah juga bertujuan mendorong masyarakat yang tergolong mampu agar beralih menggunakan LPG non-subsidi sehingga kuota LPG 3 kg dapat difokuskan bagi warga yang berhak menerima subsidi.
