Sebagai bentuk konkret kepatuhan terhadap arahan Presiden untuk membela hak-hak rakyat, Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan. Iriawan meminta manajemen Pertamina untuk terus memproyeksikan struktur biaya demi menghadirkan harga yang adil bagi publik, menyusul tren melandainya harga minyak mentah dunia. “Untuk itu, kami telah memberikan masukan kepada Direksi dan terus mendorong dan proyeksikan di awal bulan depan ini diharapkan sudah mulai ada penyesuaian atau penurunan harga secara bertahap,” ungkapnya.
Sinyal positif ini disampaikan mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat tersebut usai melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Jami’ Darussalam, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Tampil bersahaja dengan baju koko dan kopiah hitam, Iriawan yang baru keluar dari masjid langsung disambut rentetan pertanyaan oleh awak media, terkait keluhan masyarakat yang mempertanyakan mengapa harga BBM domestik belum kunjung turun di saat pasar internasional sedang melemah.
Menanggapi kegelisahan publik, Iriawan secara runtut edukatif menjelaskan bahwa fluktuasi minyak mentah dunia tidak bisa serta-merta mengubah harga eceran di SPBU setiap harinya. Ada mekanisme formula legal, logis, dan rantai pasok yang harus dilalui.

