Iriawan menambahkan, kalkulasi penurunan yang lebih signifikan baru akan terlihat penuh pada periode berikutnya. “Proyeksi baru akan terlihat pada periode bulan berikutnya, yaitu per 1 Agustus, karena saat itulah harga rata-rata bulanan kita sudah sepenuhnya menangkap momentum turunnya harga minyak dunia,” ungkapnya.
Kabar Baik dari Selat Hormuz
Di samping komitmen menurunkan beban ekonomi rakyat lewat penyesuaian harga BBM, Iriawan juga memberikan kabar baik terkait ketahanan energi nasional dari sisi logistik global. Di tengah tingginya tensi geopolitik Timur Tengah yang sempat memicu kekhawatiran, armada laut Pertamina berhasil melewati zona bahaya. “Alhamdulillah, Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu (24/6) lalu waktu setempat dan telah mencapai titik aman,” ungkap Iriawan melegakan.
Ia memastikan, Pertamina tidak pernah lengah menjaga pasokan energi untuk tanah air. Tim crisis center PIS terus memonitor situasi secara penuh selama 24 jam dengan berkoordinasi erat bersama Kementerian Luar Negeri serta KBRI di Iran.

