Untuk mengantisipasi dampak tersebut, KAI menambah titik naik dan turun penumpang di Stasiun Jatinegara pada sejumlah perjalanan kereta yang sebelumnya hanya melayani keberangkatan atau kedatangan di Stasiun Gambir.
“Penambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara merupakan bentuk peningkatan layanan kepada pelanggan agar tetap dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, aman, dan tepat waktu, meskipun terdapat potensi kepadatan lalu lintas,” ujar Franoto.
Meski terdapat tambahan pemberhentian, KAI memastikan jadwal keberangkatan kereta api dari stasiun asal tidak mengalami perubahan. Seluruh perjalanan tetap beroperasi sesuai jadwal yang tercantum pada tiket penumpang.
“Jadwal perjalanan kereta api tetap sesuai dengan yang tertera pada tiket,” katanya.
Sebanyak 16 perjalanan kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir mendapatkan tambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara. Kereta tersebut antara lain KA Purwojaya relasi Gambir–Kroya, KA Taksaka relasi Gambir–Yogyakarta, KA Brawijaya relasi Gambir–Malang, KA Bima relasi Gambir–Surabaya Gubeng, KA Gajayana relasi Gambir–Malang, KA Sembrani relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, KA Pandalungan relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, KA Argo Lawu relasi Gambir–Solo Balapan, hingga KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
