IPOL.ID — Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta Pemerintah mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul potensi kemarau yang lebih panjang dan kering tahun ini. Termasuk bagi warga yang terdampak kabut asap.
“Pengendalian titik-titik api karhutla sudah pasti menjadi prioritas. Namun langkah antisipasi agar karhutla tidak semakin meluas juga harus dioptimalkan. Termasuk perlindungan bagi warga yang terdampak karhutla, terutama akibat kabut asap yang sering kali mengganggu kesehatan dan aktivitas warga,” kata Daniel Johan, Kamis (11/6/2026), dikutip dari Parlementaria.
Seperti diketahui, karhutla masih menjadi persoalan di Sumatera, termasuk Riau hingga membuat 11 daerah menetapkan status siaga. Di Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap total luasan karhutla di provinsi tersebut tembus hingga mencapai 15.031,58 hektare di mana data ini dihimpun sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2026.
Sementara di Kalimantan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai salah satu provinsi prioritas dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla serta dampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Karhutla di Kalimantan juga sempat menyebabkan 5 desa di Kalimantan Barat ludes terbakar.
