Daniel juga mendorong Pemerintah untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada warga. Sosialisasi kepada warga dan perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar harus semakin diperkuat. “Karena masalah karhutla ini juga berkaitan dengan psiko sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Maksimalkan pendekatan humanis dengan membawa semangat kearifan lokal,” sebut Daniel.
Anggota Komisi yang membidangi urusan kehutanan dan perkebunan itu pun meminta instansi terkait untuk membuat skema sosial dalam menghadapi karhutla. Termasuk, kata Daniel, transparansi dan kejelasan informasi yang bisa dijadikan pedoman bagi warga.
“Publikasikan peta risiko harian yang menggabungkan hotspot, arah angin, dan rekomendasi aktivitas warga seperti sekolah, kerja lapangan, transportasi. Data ini perlu untuk setiap kecamatan,” ungkapnya.
Daniel juga mendorong Pemerintah menetapkan koridor aman logistik kesehatan dengan prioritas bahan bakar minyak (BBM) untuk ambulans, distribusi obat, dan air pemadaman. Kemudian petugas diminta pula mengkoordinasikan pembatasan lalu lintas bila visibilitas di bawah standar keselamatan.
