Ia menjelaskan, penyampaian puluhan nama tersebut merupakan bagian dari upaya kliennya membantu mengungkap perkara secara terang benderang.
Menurutnya, nama-nama itu pernah berkomunikasi dengan Sonny melalui telepon genggam yang kini telah disita penyidik.
“Misalnya nama A berkomunikasi dengan klien saya, si B juga. Jadi semua bukti itu ada di dalam ponsel klien saya dan itu harus dibuka,” ucapnya.
Meski demikian, Krisna menolak mengungkap identitas 26 nama tersebut. Ia hanya menyebut para pihak yang dimaksud berasal dari berbagai unsur lembaga negara.
“Eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Betul, orang-orang semuanya itu berasal dari situ,” bebernya. (Yudha Krastawan)
