Hal ini menjadi perubahan besar bagi penikmat pementasan Wayang Orang Bharata. Transformasi pemesanan tiket secara digital sebagai jawaban atas keresahan masyarakat yang merasa sulit untuk mendapatkan tiket pertunjukan begitu banyak diminati.
Berdasarkan data sistem pemesanan tiket terintegrasi UP GPSB, tercatat sejak 4 Juni 2026 saat tanggal pembukaan pemesanan tiket, hingga tanggal pementasan 6 Juni 2026, terdapat 8.088 interaksi pada laman yang diakses.
Hal ini tentu menjadi pencapaian atas animo masyarakat yang tinggi, mengingat kapasitas Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata hanya dapat menampung sebanyak 252 penonton.
“Minat masyarakat ingin nonton Wayang Orang Bharata sangat tinggi, tercatat 8.088 pengguna mengakses laman tiket kami dengan berbagai macam rentang usia, umumnya generasi muda,” ungkap Rinaldi.
Animo tinggi itu menjadi indikator bahwa seni pertunjukan tradisional masih memiliki tempat penting di hati masyarakat urban. Selain sebagai hiburan, pementasan Wayang Orang Bharata tersebut, juga berperan sebagai media edukasi dan pelestarian budaya, sekaligus memperkuat identitas multikultural Jakarta.
