Sementara, salah satu penonton berkesempatan mendapatkan tiket, warga Sunter, Jakarta Utara, Herlina Setia Dewi mengatakan, dia mendapatkan tiket, setelah dua kali melakukan pemesanan. Pada pemesanan pertama gagal, akhirnya baru mendapatkan tiket pada pembukaan pemesanan tahap kedua di hari pertunjukan.
“Bagus sistem pemesanan tiket sekarang, cuma memang harus gercep (gerak cepat),” kata Herlina.
Dia berharap, semoga ke depan sistem pemesanan tiket secara online ini bisa terus dijalankan berkelanjutan.
Senada dengan Herlina, Diva, warga Tangerang, mengapresiasi adanya keterbukaan informasi publik sistem pemesanan tiket melalui pengumuman di media sosial @gedungpertunjukanjakarta.
“Saya yakin pemesanan melalui sistem ini tidak ada celah bagi calo untuk mendapatkan tiket,” tandas Diva.
Sehingga dia berharap, ke depan pertunjukan serupa bisa dilakukan lebih sering dan sosialisasi dilakukan lebih masif.
“Agar budaya kita tidak punah, jadi lebih terawat,” tutup Diva. (Joesvicar Iqbal)
