“Kami apresiasi minat penonton cukup tinggi pada pertunjukan ini, sehingga tak semua dapat diakomodir. Sepanjang tahun 2026, terdapat 10 kali pertunjukan Wayang Orang Bharata digratiskan,” terang Rinaldi.
Jakarta berkembang cepat dan dinamis, begitu juga dengan perkembangan pementasan rutin yang diselenggarakan di gedung-gedung pertunjukan dikelola UP GPSB, telah diwarnai berbagai pagelaran terinspirasi dari kekayaan cerita dan keindahan gerak para pemainnya.
Alur cerita dan tokoh pada seni tradisi dikemas dengan sentuhan baru bernuansa kekinian. Perkembangan itu mengisyaratkan tumbuhnya kebanggaan akan seni tradisi bangsa.
Akhir pekan mendatang, UP GPSB akan kembali menerapkan sistem pemesanan terintegrasi pada pertunjukan selanjutnya yaitu pertunjukan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 bertajuk “Nyai Dasimah” spesial semarak HUT ke-499 Kota Jakarta, bakal diselenggarakan di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026).
“Berkembangnya teknologi harus dapat menopang pelestarian seni dan budaya, sehingga pementasan rutin pelestarian tradisi, tetap terpelihara dan lestari tanpa kehilangan bobot dan filosofinya,” tambah Rinaldi.
