Rieke turut mengapresiasi perhatian yang diberikan DPR terhadap kasus tersebut. Namun ia menegaskan langkah paling mendesak saat ini adalah menangkap pelaku yang kini berstatus buronan.
“Setiap hari keterlambatan penangkapan berpotensi menimbulkan risiko munculnya korban baru serta menghambat proses pengungkapan fakta-fakta penting dalam perkara ini,” ucap politisi dapil Jawa Barat VII tersebut.
Tak hanya mengejar pelaku , Rieke juga meminta kepolisian memeriksa lingkungan sosial di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Cileunyi, termasuk pemilik dan penjaga kos.
Menurutnya, sangat tidak rasional apabila aksi penyekapan dan penyiksaan yang berlangsung selama tiga tahun sama sekali tidak diketahui oleh orang sekitar. Pemeriksaan ini penting untuk melihat apakah ada unsur pembiaran atau kelalaian.
“Pidana berlapis harus diterapkan secara maksimal dan jaksa penuntut umum perlu mempertimbangkan tuntutan pidana setinggi-tingginya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Negara wajib memastikan perlindungan yang maksimal bagi perempuan dari segala bentuk kekerasan, penyiksaan, penyekapan, dan kekerasan seksual,” pungkasnya. (far)

