“Livin’ Mandiri menjadi salah satu bukti keberhasilan digitalisasi sektor perbankan. Bahkan tadi ditunjukkan bahwa sekitar sepertiga fee based income berasal dari platform digital. Ini capaian yang layak diapresiasi,” ujarnya.
Meski demikian, Harris mengingatkan bahwa pesatnya digitalisasi harus diimbangi dengan penguatan sistem keamanan siber. Menurutnya, perbankan perlu terus melakukan stress test dan pengujian berkala guna memastikan ketahanan sistem menghadapi berbagai potensi ancaman cyber attack.
Menutup pernyataannya, Kunjungan Komisi XI DPR ke DI Yogyakarta ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap penggunaan PMN dan efektivitas kebijakan pembiayaan perumahan rakyat. Melalui pengawasan tersebut, dirinya berharap program FLPP tidak hanya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menjamin kualitas hunian, keberlanjutan fiskal, dan kesehatan sistem pembiayaan dalam jangka panjang. (Tim Redaksi)

