Bagi mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta perlindungan lingkungan hidup adalah harga mati bagi keberlangsungan bisnis perusahaan. Keberhasilan operasional BUMN energi ini tidak boleh lagi hanya dihitung dari angka-angka statistik semata. Menurutnya, kinerja operasi tidak hanya diukur dari volume dan kontinuitas pasokan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga keselamatan manusia, integritas aset, dan kelestarian lingkungan sekitar.
Secara terbuka, Iriawan juga menyentuh isu krusial mengenai dugaan kebocoran pipa yang sempat berdampak pada ekosistem mangrove di sekitar wilayah operasi. Alih-alih menutup mata, ia meminta seluruh Pertamina Group menjadikan insiden tersebut sebagai evaluasi mendalam demi perbaikan sistem ke depan.
“Dugaan kebocoran pipa yang berdampak pada ekosistem mangrove harus menjadi pembelajaran strategis bagi seluruh Pertamina Group. Setiap kejadian harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem, meningkatkan manajemen risiko, dan membangun budaya pencegahan yang lebih kuat,” cetusnya.
