Mengakhiri arahannya, Iriawan mengingatkan bahwa reputasi dan kepercayaan publik adalah modal utama yang setara nilainya dengan seluruh aset fisik yang dimiliki Pertamina. Oleh karena itu, tata kelola yang transparan dan kepedulian terhadap lingkungan wajib menyatu dalam setiap denyut nadi operasi.
“Terminal BBM Sanggaran tidak hanya dituntut menjamin keamanan pasokan energi Bali, tetapi juga menjadi benchmark dalam pengelolaan aset, HSSE, dan keberlanjutan. Penguatan integritas aset dan budaya pencegahan yang kuat akan menjadi fondasi utama kita untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memperkuat ketahanan energi nasional,” pungkasnya. (bam)
