Pemerhati budaya dan komunikasi digital, Firman Kurniawan, memastikan bahwa karakter “Ustazah Hajar” merupakan hasil teknologi AI. Menurutnya, salah satu ciri yang mudah dikenali adalah pola intonasi suara yang terdengar sangat teratur dan minim jeda alami sebagaimana percakapan manusia.
Firman menilai penggunaan AI dalam pembuatan konten semakin masif karena teknologi kini lebih murah, mudah diakses, serta mampu menghasilkan konten dengan kualitas yang semakin realistis sehingga sulit dibedakan dari karya manusia.
Sementara itu, pengamat digital Alfons Tanujaya menyebut tren penggunaan avatar AI kini telah merambah berbagai bidang, termasuk industri kreator konten dan pemodelan digital. Bahkan, menurutnya, sejumlah karakter virtual mampu memiliki jumlah pengikut yang lebih banyak dibandingkan kreator asli.
Meski demikian, Alfons menegaskan bahwa dampak sebuah konten tetap bergantung pada isi pesan dan tujuan pembuatnya, bukan semata-mata pada apakah konten tersebut dibuat oleh AI atau manusia.

