Namun, ia mengingatkan bahwa risiko terbesar muncul ketika identitas pengelola akun tidak diketahui secara jelas. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan proses pelacakan maupun pertanggungjawaban apabila terjadi penyebaran informasi yang menyesatkan atau melanggar etika.
Para pengamat pun mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam mengonsumsi informasi di media sosial serta meningkatkan literasi digital agar mampu mengenali perkembangan teknologi AI yang semakin canggih.(Vinolla)

