“Ditanya apa saja tidak masalah. Diadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis,” ucapnya.
Nah, di tengah jalannya forum, sebagian peserta meminta agar acara dihentikan sehingga situasi menjadi tidak kondusif.
“Kami sempat berdiskusi sekitar 30-40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan. Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog,” terangnya.
Sudaryono mengaku tetap bertahan bersama Nusron karena menganggap dialog merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pandangan.
Akan tetapi, kondisi semakin tidak terkendali setelah terjadi pelemparan botol air dan dugaan tindakan fisik.
“Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar,” kata dia.
Ia membantah anggapan dirinya dan rombongan sengaja meninggalkan lokasi untuk menghindari mahasiswa. Sudaryono menegaskan dirinya justru berupaya melanjutkan dialog meskipun situasi sempat memanas.
