Fernando menjelaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari kemampuan aparat memutus rantai distribusi, mengungkap jaringan internasional, serta mencegah jutaan masyarakat menjadi korban penyalahgunaan narkotika.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerja intelijen, koordinasi antarinstansi, dan penegakan hukum berjalan secara terpadu. Inilah wajah penegakan hukum modern yang bekerja secara preventif sekaligus represif,” ujarnya.
Dia juga menyoroti berkembangnya modus baru penyelundupan narkotika yang diduga akan diolah menjadi cairan rokok elektronik (vape). Menurutnya, kondisi itu menjadi pengingat bahwa sindikat narkoba terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat.
Karena itu, Fernando mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan melalui pendidikan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
“Narkoba tidak mengenal batas usia, profesi, maupun latar belakang. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Masyarakat yang sadar bahaya narkoba akan jadi benteng pertama yang mempersempit ruang gerak para pelaku,” jelasnya.

