Beti berharap dalam enam bulan ke depan efektivitas vaksin pada subjek penelitian di Indonesia dapat diketahui dan menunjukkan hasil yang sejalan dengan temuan pada tahap praklinis.
Di sisi lain, Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Ayom Widipaminto, menyampaikan pengembangan prototipe dan uji klinis vaksin didanai LPDP bersama PT Etana Biotechnologies Indonesia. LPDP mengalokasikan dana sebesar Rp7 miliar, sementara PT Etana memberikan dukungan Rp9 miliar.
Menurut Ayom, LPDP akan terus mendukung pengembangan riset kesehatan melalui dana abadi penelitian agar Indonesia mampu menghasilkan vaksin dan alat kesehatan secara mandiri. Ia menyebut dana abadi penelitian mencapai Rp14 triliun, dengan alokasi sekitar Rp1 triliun setiap tahun yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai riset strategis.(Vinolla)

