Akibatnya, aroma yang terasa segar pada beberapa menit pertama belum tentu mempertahankan karakter yang sama beberapa jam kemudian.
Menurut Josh Frost, Founder sekaligus Perfumer Best Perfume Store, fenomena tersebut menjadi salah satu perubahan yang paling sering ia temui dalam percakapan dengan pelanggan.
“Komentar yang paling sering kami dengar adalah, ‘Saya suka aromanya saat mencobanya di toko, tetapi ternyata wanginya tidak bertahan seperti yang saya bayangkan.’ Padahal, semprotan pertama hanya menunjukkan sebagian kecil dari karakter sebuah parfum,” ujar Josh.
Menurutnya, kesalahan terbesar yang masih sering dilakukan konsumen adalah menilai parfum terlalu cepat.
“Di iklim tropis seperti Indonesia, kualitas sebuah parfum justru mulai terlihat setelah delapan hingga sepuluh jam pemakaian. Pada fase itulah kita bisa melihat apakah formulasi, konsentrasi fragrance, dan kualitas bahan bakunya benar-benar mampu mempertahankan karakter aromanya. Sebagai perfumer, justru itulah bagian yang paling kami perhatikan.” sambungnya.

