Petugas menemukan bubuk berwarna oranye yang disembunyikan di dalam kemasan kopi putih, kopi black seeds, susu Milo, hingga minuman kesehatan berlabel huruf Mandarin. Selain narkotika tersebut, polisi juga mengamankan tiga unit telepon genggam, paspor, dan boarding pass penerbangan Kuala Lumpur–Jakarta sebagai barang bukti.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Zou Lihua mengaku direkrut oleh seseorang bernama Yining melalui aplikasi Telegram. Ia dijanjikan imbalan sebesar 500 dolar Amerika Serikat jika berhasil mengantarkan paket tersebut ke Indonesia. Sebagai uang muka, Zou telah menerima 200 dolar AS saat berada di Kamboja.
Dari Kamboja, Zou diperintahkan terbang ke Chongqing, China, kemudian melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Setibanya di Malaysia, ia dijemput oleh seseorang yang tidak dikenalnya untuk mengambil paket yang disimpan di sebuah ruang bawah tanah sebelum diterbangkan ke Jakarta.
Dalam perjalanan itu, Zou mengajak rekannya, Zhang Shijie. Namun kepada Zhang, ia hanya menyampaikan bahwa barang yang dibawa merupakan alat kesehatan.

