Sebelum diterapkan secara nasional, B50 telah melalui serangkaian pengujian sejak awal 2025, mulai dari uji laboratorium hingga pengujian langsung pada berbagai jenis mesin diesel. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan aspek kinerja, keamanan, dan kompatibilitas bahan bakar.
Uji coba juga mencakup enam sektor utama pengguna mesin diesel, yakni kendaraan otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, serta kereta api. Pengujian melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, badan usaha, asosiasi, akademisi, industri pengguna, hingga pemilik teknologi.
Meski sejumlah pengujian masih berlanjut, hasil sementara menunjukkan bahwa B50 aman digunakan dan memenuhi standar performa pada berbagai aplikasi mesin diesel.
Dari sisi ekonomi, implementasi B50 diproyeksikan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan program B40. Pemerintah memperkirakan penghematan devisa akan meningkat dari Rp133,3 triliun pada pelaksanaan B40 menjadi sekitar Rp170 triliun pada 2026.

