“Tidak ada lagi latihan fisik dalam pengertian latihan militer. Aktivitas yang ada hanya bersifat olahraga ringan untuk menjaga kebugaran seperti senam pagi atau jalan kaki ringan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembekalan itu sejak awal bukan untuk mencetak prajurit ataupun anggota Komponen Cadangan (Komcad). Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan manajerial sebagai calon pengelola koperasi.
Selain mengubah materi pelatihan, Kemhan memperkuat pengawasan kesehatan peserta. Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan kesehatan harian, pemeriksaan lanjutan bagi peserta yang memiliki faktor risiko, hingga penguatan mekanisme pelaporan keluhan dan rujukan medis.
Peserta dengan kondisi kesehatan tertentu juga akan mendapat perlakuan khusus agar tidak mengikuti aktivitas yang melebihi kemampuan fisiknya.
“Prinsip utama dari seluruh penyesuaian ini adalah keselamatan dan kesehatan peserta. Namun demikian, esensi pembekalan tetap dijaga yaitu membentuk calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, semangat bela negara, serta siap mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

