IPOL.ID – Komisi I DPR RI menyetujui kelanjutan ratifikasi kerja sama pertahanan antara Indonesia-Turki dan Indonesia-Malaysia dengan memberikan sejumlah catatan penting. Salah satu catatannya adalah agar kerja sama tersebut tidak berhenti pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Komisi I juga menekankan pentingnya transfer of technology (ToT) sebagai langkah strategis menuju kemandirian industri pertahanan nasional.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mengatakan, salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah komitmen untuk membangun kemampuan produksi alutsista secara mandiri melalui tahapan yang jelas. Hal itu mulai dari pembelian, produksi bersama, hingga penguasaan teknologi di dalam negeri.
“Kita punya komitmen untuk membangun atau membuat rudal sendiri. Kita berharap jangkauannya itu sampai 250 kilometer, dan itu salah satu rudal yang sudah masuk kategori balistik,” ujar Syamsu usai Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Hukum RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

