IPOL.ID – Tegar Saputra, karyawan lepas sebuah percetakan di Jakarta Pusat, mengaku masih trauma usai mengalami penyekapan dan penyiksaan di tempatnya bekerja.
Ia menceritakan hal itu saat dijenguk Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, di kediamannya, Rabu (1/7).
Tegar menceritakan persoalan bermula ketika dirinya dituduh berulang kali mengambil limbah pelat cetak milik perusahaan. Tuduhan itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan yang dialaminya bersama dua rekan kerjanya, Adit Saputra dan Rafly Jaelani.
“Awalnya saya dituduh mencuri limbah plat cetak. Setelah itu saya mengalami kekerasan bersama teman-teman saya dan kemudian langsung dibawa ke rumah dan dipermalukan di depan warga sekitar,” ujarnya.
Tegar tak menampik sempat mengambil limbah pelat cetak karena butuh uang untuk keluarganya yang sedang sakit, namun ia membantah melakukannya berulang hingga 10 kali seperti dituduhkan.
“Saat itu saya memang sedang membutuhkan uang untuk keperluan keluarga yang sedang sakit,” katanya.

