CENTCOM menyatakan serangan tersebut dilakukan untuk melemahkan kemampuan pasukan Iran “dalam mengancam kebebasan navigasi” di Selat Hormuz, jalur yang setiap harinya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
“Amerika Serikat meminta Iran mempertanggungjawabkan tindakan agresi terbarunya yang tidak dapat dibenarkan terhadap pelayaran komersial,” tulis CENTCOM di X.
Sebelum memerintahkan serangan terbaru, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Pernyataan itu mendorong Pakistan, Qatar, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan deeskalasi.
Selat Hormuz tetap menjadi titik paling sensitif dalam konflik Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari, ketika serangan gabungan AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dijadwalkan dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad pada Kamis.
Sejak serangan tersebut, Teheran bersikeras mengendalikan Selat Hormuz dengan menyatakan akan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas serta mengancam akan menyerang kapal yang keluar dari jalur pelayaran yang telah ditetapkannya.

