Ia menegaskan hasil pertandingan pada satu turnamen bukan menjadi ukuran utama keberhasilan pembinaan atlet.
“Jangan melihat hasil jangka pendek. Yang terpenting adalah semakin banyak pemain mengikuti kompetisi berstandar dunia sehingga kemampuan, pengalaman, dan rasa percaya diri mereka terus berkembang. Ini investasi jangka panjang,” terangnya.
Nirmala mengatakan setelah Batam, tim Indonesia masih akan mengikuti sejumlah seri FIBA 3×3 Challenger di negara lain. Ini sebagai bagian dari program pengumpulan poin sekaligus persiapan menghadapi Asian Games Nagoya-Aichi 2026.
“Kami berharap dari kompetisi-kompetisi ini peringkat Indonesia bisa terus meningkat sehingga peluang bersaing di level dunia juga semakin besar,” terangnya.
Nirmala memuji pelaksanaan kejuaraan 3×3 di Batam. Masyarakat sangat antusias menyaksikan pertandingan.
Pada hari pertama pelaksanaan 3×3 Challenger, 25 Juli 2026, venue di Alun-Alun Engku Putri penuh sesak. Tiket yang disediakan sold out.
Bahkan banyak masyarakat Batam yang menyaksikan aksi para pebasket 3×3 dunia dibalik pagar. Ini karena mereka penasaran ingin saksikan 3×3 Challenger namun tiket sudah tidak tersedia.
