“Satu korban baru pulang kerja. Korban lainnya tukang paket yang baru selesai sortir barang, ikut menjadi sasaran,” ujar seorang warga.
Akibat pelemparan bom molotov, beberapa paket milik pelanggan dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, pelaku juga diduga menjarah satu karung paket milik ekspedisi lain.
Admin outlet jasa ekspedisi, Vita Irawati (26), mengatakan pihaknya mengalami kerugian akibat insiden tersebut.
“Punya kami ada tiga paket terbakar dan dua paket hilang. Satu karung paket dibawa, tapi itu bukan paket kami. Kurir sebelah sedang titip di sini,” ungkap Vita.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku sempat membuka laci di ruang utama diduga untuk mencari barang berharga sebelum meninggalkan lokasi.
Tidak hanya menyerang warga dan outlet ekspedisi, kelompok tersebut juga merusak sejumlah fasilitas desa. Kaca kantor desa dan pos jaga dilaporkan pecah, sementara wastafel di area kantor desa juga dirusak.
Kepala Desa Kaligending, Lukman Hakim, menyayangkan aksi brutal tersebut terjadi di wilayahnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kelompok yang terlibat diduga berasal dari dua wilayah berbeda, yakni Sadang dan Kebumen.
