Menurutnya, tidak semua rumah membutuhkan renovasi besar dengan biaya tinggi. Perbaikan sederhana yang dapat membuat rumah menjadi lebih layak huni sudah sangat membantu masyarakat.
“Kadang renovasi tidak perlu mahal atau mewah. Yang penting rumah warga segera diperbaiki agar mereka bisa tinggal dengan aman dan berteduh dengan tenang,” katanya.
Lebih lanjut, anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaksel itu menilai jika program bedah rumah hanya mengandalkan bantuan dari Baznas Bazis DKI Jakarta, jumlah penerima manfaat akan sangat terbatas.
Karenanya, sambung Srikandi PDIP itu diperlukan skema pendanaan lain melalui APBD maupun kolaborasi dengan berbagai pihak agar lebih banyak warga dapat merasakan manfaat program tersebut.
“Kita berharap persoalan reforma agraria dan rumah tidak layak huni menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan Pemprov DKI Jakarta. Sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal,” tandasnya.(Sofian)

