Menyadari bahwa instrumen survei membutuhkan tingkat akurasi tinggi dan rentan terhadap bias, Bayu menekankan bahwa para analis harus dibekali kompetensi yang mumpuni. Melalui kerja sama dengan PERSEPI dalam bimbingan teknis ini, diharapkan metodologi telesurvei yang dijalankan BK DPR RI semakin akurat dan sesuai dengan standar survei opini publik yang kredibel.
“Agar tidak terjadi bias, teman-teman analis harus memiliki kompetensi yang sangat baik untuk memetakan representasi responden dan menyusun pertanyaan. Menggandeng pakar dari PERSEPI adalah langkah kita agar metodologi yang digunakan semakin akurat dan sesuai dengan standar survei opini publik yang kredibel,” pungkasnya. (Tim Redaksi)
