IPOL.ID– Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan nilai ekspor makanan olahan Indonesia masih tertinggal cukup jauh dibandingkan sejumlah negara ASEAN, terutama Thailand.
Pada 2025, nilai ekspor makanan olahan Indonesia tercatat US$6,25 miliar atau sekitar Rp111,38 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.823 per dolar AS. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat keempat ASEAN.
Indonesia berada di bawah Thailand yang mencatat ekspor makanan olahan sebesar US$17,69 miliar atau sekitar Rp315,20 triliun. Berikutnya, Vietnam mencatat US$8,89 miliar atau sekitar Rp158,45 triliun, sedangkan Singapura mencapai US$6,5 miliar atau sekitar Rp115,85 triliun.
“Kita peringkat keempat di antara negara-negara ASEAN. Kita di bawah Thailand yang mencapai US$17 miliar, Vietnam US$8,8 miliar, dan Singapura yang berada di angka US$6,5 miliar,” ujar Roro dalam acara Indonesia Food and Beverage Trade Promotion Forum di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).
