Kedua, Lisda memperhatikan masalah kesehatan dan reproduksi, seperti stunting dan anemia, menurut catatannya 1 dari 3 remaja putri terdampak anemia. “Ini efeknya sampai ke anak nanti,” jelas Lisda
penerima Satyalancana Kebaktian Sosial, dan 50 Wanita Berpengaruh versi Media Tempo.
Kesehatan mental juga penting diperhatikan, tekanan untuk jadi ibu yang sempurna, istri sempurna dan pekerja sempurna bikin ‘burnout tinggi’.
Edukasi menstruasi dan seksual untuk wanita muda agar terhindar dari pernikahan dini dan kekerasan. Saat ini membahas kedua masalah tersebut, masih dianggap tabu
Kekerasan Seksual
Ketiga adalah pendidikan dan karir wanita, Lisda melihat pernikahan dini masih menjadi penyebab anak perempuan tidak menamatkan pendidikan SMP/SMA terutama di pedesaan.
“Saat ini juga masih terjadi STEM Gap di bidang pekerjaan teknik,IT dan data masih didominasi laki-laki, padahal lapangan kerja tahun 2030, banyak di kedua bidang tersebut,” ungkap Lisda.
Lanjutnya, masalah Glass ceiling saat ini masih terjadi, wanita masih sulit naik posisi C-level/direktur dan banyak perusahan belum ada kebijakan cuti haid dan cuti melahirkan yang layak.
