IPOL.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, meluas hingga sekitar 60 hektare. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengerahkan dua unit helikopter water bombing mulai Kamis (6/8/2026) untuk mempercepat pemadaman api.
Berdasarkan data BNPB, kebakaran terjadi sejak Senin (3/8/2026). Sekitar 10 hektare lahan terbakar di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sementara sekitar 50 hektare lainnya berada di kawasan Jantur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang. Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan, TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait terus melakukan pemadaman menggunakan mobil pemadam, mobil tangki air, alat semprot, gepyok, serta pemantauan udara menggunakan drone.
BNPB menyatakan sebagian besar api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, Desa Sariwani, berhasil dipadamkan pada Rabu (5/8/2026) sore. Namun, masih terdapat sejumlah titik api yang sulit dijangkau karena berada di lereng curam Kaldera Bromo. Kondisi angin kencang juga menjadi kendala karena mempercepat penyebaran api.
