“Kami mengecam keras dugaan oknum akademisi mengendalikan integritas ilmiah demi memberikan legitimasi palsu bagi ruang hidup. Tolak semua persoalan AMDAL di pertambangan dan industri,” ujarnya.
Peserta aksi juga menyerukan agar pemerintah dan pihak terkait membuka informasi mengenai proses perizinan pembangunan pabrik semen, termasuk dokumen-dokumen lingkungan menjadi dasar pengambilan keputusan.
Pun demikian, massa menilai keterbukaan informasi penting untuk memastikan masyarakat dapat mengetahui potensi dampak proyek sekaligus memberikan masukan terhadap proses pengambilan keputusan.
Selain persoalan AMDAL, aksi tersebut turut membawa isu perlindungan lingkungan dan hak masyarakat di sekitar wilayah terdampak pembangunan.
Setelah sebelumnya, peserta aksi juga meminta setiap rencana pembangunan industri memperhatikan daya dukung lingkungan serta kepentingan masyarakat setempat.
Diakhir aksi damai, dalam tuntutannya, para mahasiswa juga melakukan pembacaan peryataan sikap atas nama integritas akademik, keadilan lingkungan, dan perlindungan ruang hidup rakyat, Forum BEM se-DIY dan Mahasiswa UGM.
