Menurut Menko Polkam, ruang digital harus tetap menjadi ruang yang netral dan tidak dikuasai oleh informasi negatif yang dapat memengaruhi masyarakat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu berperan aktif menghadirkan informasi yang benar, positif, dan bermanfaat.
“Intinya, jangan kita beri peluang sekecil apa pun kepada orang-orang yang ingin menyampaikan hal-hal buruk untuk masuk lebih dahulu,” tegas Menko Djamari.
Sebagai penutup arahannya, Menko Polkam membacakan bait-bait Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji yang sarat dengan nilai kepemimpinan, persatuan, dan kerja sama. Di antaranya, bait yang berbunyi, “Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri,” yang mengandung makna bahwa pemimpin dan para pembantunya harus memiliki kesamaan visi, mengedepankan musyawarah, serta bekerja secara solid. Kolaborasi yang kuat akan menjadikan bangsa semakin kokoh dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman.
Menko Polkam kemudian melanjutkan dengan bait, “Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja,” yang mengajarkan pentingnya integritas, loyalitas, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, relevan untuk menjadi pegangan dalam membangun kebersamaan dan memperkuat kontribusi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan bangsa.
