IPOL.ID – Sebagai negara tropis, Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit infeksi yang umum terjadi di Indonesia, terutama saat musim penghujan. Mengalami penyakit serius seperti ini, tentu menjadi pengalaman yang menegangkan bagi setiap insan karena memerlukan penanganan yang cepat dan tepat, serta biaya yang tidak sedikit. Seperti halnya yang dirasakan Olivia Dian Almaria Br Ginting (21) ketika ia masih remaja dan duduk bangku sekolah menengah atas pada tahun 2020.
“Awalnya mengira cuma demam biasa karena kelelahan, tapi yang aneh itu gejalanya banyak banget sampai saya sudah tidak kuat berdiri, nafsu makan hilang, badan terasa nyeri, dan muncul bintik-bintik kemerahan. Setelah konsultasi ke puskesmas dan minum obat-obatan, demam tidak kunjung turun padahal sudah tiga hari, sampai puncaknya malam hari kondisi saya semakin parah langsung di bawa ke rumah sakit,” tutur Olivia mengenang, Kamis (3/7/2025).
Disambut dengan baik di rumah sakit, Oliv mengaku langsung mendapatkan penanganan dengan cepat, dokter langsung melakukan pemeriksaan fisik dan pengecekan darah, hingga diketahui bahwa trombositnya sangat rendah dan didiagnosa mengalami DBD. dengan diagnosa tersebut, dirinya diharuskan menjalani rawat inap sebagai langkah penyembuhan, beruntung ia sudah memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga seluruh rangkaian pengobatan akan dibebankan kepada BPJS Kesehatan.
