IPOL.ID – BPJS Kesehatan menjadi penopang utama bagi Katin Marsoyo yang mengalami penurunan penglihatan usai masa pandemi Covid-19. Gangguan mata yang semula dianggap ringan berkembang menjadi glaukoma dan katarak. Berkat jaminan layanan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Katin dapat menjalani pengobatan dan operasi tanpa terbebani biaya, sekaligus kembali memiliki harapan untuk menjaga kualitas hidupnya.
Katin bercerita bahwa rasa sakit yang ia rasa bermula sekitar tahun 2021, ketika pandemi COVID-19 mulai mereda. Selama masa pandemi, ia mengaku enggan pergi ke fasilitas kesehatan karena khawatir tertular virus, sehingga keluhan pada matanya tak segera ditangani.
Ia mulai merasakan penglihatannya kabur, mata perih, dan sering berair. Awalnya ia hanya memeriksakan diri ke Puskesmas dan mendapat obat tetes serta saran untuk menggunakan kacamata. Namun, seiring waktu kondisi mata kirinya semakin memburuk hingga nyaris tidak dapat melihat.
“Awalnya mata saya hanya burem-burem saja. Saya pikir karena capek habis kerja. Tapi makin lama makin tidak kelihatan, terutama mata kiri. Rasanya seperti tertutup kabut dan silau terus. Saya tahan-tahan, tapi makin parah. Akhirnya saya dirujuk ke spesialias mata. Ternyata kata dokter, mata kiri saya sudah terkena glaukoma dan mata kanan saya terdiagnosa katarak dan dianjurkan untuk cepat diobati apabila tidak ingin hilang penglihatan semua,” jelas Katin pada Rabu (30/7/2025).
