IPOL.ID – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas meluncurkan empat buku penting sebagai dokumen strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati (kehati) Indonesia. Dua di antaranya adalah Buku Status Kekinian Keanekaragaman Hayati (Kehati) Indonesia Ekoregion Sumatra dan Ekoregion Sulawesi.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi menegaskan bahwa keanekaragaman hayati Indonesia bukan hanya urusan konservasi, melainkan juga pilar penting pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Keanekaragaman menyimpan potensi bioekonomi yang besar dari komoditas laut bernilai ekspor, ekowisata, sampai penerapan biodiversity kredit. Tapi syaratnya jelas, harus diiringi perlindungan kawasan konservasi dan pemulihan ekosistem. Dengan begitu, hal ini bisa jadi motor ekonomi sekaligus warisan alam bagi generasi mendatang dunia,” ungkap Rachmat saat peluncuran buku di Jakarta.
Dikutip laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu (21/08/2025), peluncuran berlangsung di Jakarta dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), hingga Organisasi dan Komunitas Masyarakat.
