IPOL.ID – Anggota DPR Ahmad Sahroni memberikan penjelasan terkait tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan bagi anggota dewan. Menurutnya, skema tunjangan tunai ini jauh lebih efisien dan meringankan beban keuangan negara dibandingkan harus menyediakan dan merawat rumah dinas.
Sahroni mengungkapkan biaya perawatan rumah dinas bisa membengkak hingga sepuluh kali lipat dari nilai tunjangan yang diberikan
“Kalau dikasih fasilitas rumah, biayanya lebih besar. AC rusak, perabotan, dapur, gas, perawatan lain, semuanya membutuhkan anggaran yang tidak kecil. Makanya lebih efisien diberikan dalam bentuk tunjangan tunai,” kata Sahroni, Rabu (20/8).
Dengan jumlah anggota DPR mencapai 580 orang, beban anggaran negara akan terus membengkak jika setiap tahunnya harus menanggung biaya pemeliharaan rumah dinas.
Karena itu, sebagian besar rumah dinas dikembalikan kepada negara, sementara anggota dewan menggunakan tunjangan tersebut untuk menyewa atau mengontrak tempat tinggal.
Menanggapi kritik publik mengenai empati DPR terhadap kondisi ekonomi masyarakat, Sahroni menegaskan bahwa anggota dewan tetap menunjukkan kepedulian melalui berbagai kegiatan sosial di daerah pemilihan masing-masing.
