IPOL.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kebijakan donasi Rp1.000 per hari yang ia gagas bertujuan untuk membantu sesama masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Dedi, uang hasil donasi tersebut akan dikelola secara transparan oleh bendahara kas di tiap unit atau wilayah.
Dana itu nantinya bisa segera digunakan untuk membantu warga yang sedang kesulitan, seperti keluarga pasien yang membutuhkan biaya makan saat menunggu di rumah sakit, atau warga yang butuh uang sewa kontrakan sementara.
“Uang (iuran) Rp1.000 itu nanti dipegang oleh bendahara kas, gitu kan. Kemudian contohnya orang datang mengadukan lagi nungguin di RS butuh uang untuk makan, atau bayar kontrakan selama nungguin di rumah sakit, ya tinggal diterima, berikan,” kata dia, Minggu (5/10).
Ia berharap gerakan donasi ini dapat tumbuh dari tingkat ASN, sekolah, hingga masyarakat umum. Konsepnya, kata Dedi, diambil dari tradisi lokal yang telah lama hidup di masyarakat, seperti kas RT/RW atau iuran ronda malam di kampungnya.
