IPOL.ID- Pemerintah tengah memproses 40 tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Salah satu nama yang menarik perhatian publik adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, yang kehadirannya dalam daftar tersebut memunculkan pro dan kontra di masyarakat.
Daftar usulan resmi diserahkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.
Ke-40 nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional itu antara lain:
KH Muhammad Yusuf Hasyim (Jawa Timur), Demmatande (Sulawesi Barat), KH Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat), Marsinah (Jawa Timur), Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat), Abdoel Moethalib Sangadji (Maluku), Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin (Jakarta), Letkol (Anumerta) Charles Choesj Taulu (Sulawesi Utara), Mr. Gele Harun (Lampung), dan Letkol Moch Sroedji (Jawa Timur).
Kemudian Prof. Dr. Aloei Saboe (Gorontalo), Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng (Jawa Tengah), Mahmud Marzuki (Riau), Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh), Drs. Franciscus Xaverius Seda (Nusa Tenggara Timur), Andi Makkasau Parenrengi Lawawo (Sulawesi Selatan), Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara), Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma (Jawa Barat), KH Wasyid (Banten), serta Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati (Jawa Tengah).
