IPOL.ID – Kementerian Agama RI menjadikan peringatan puncak Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 sebagai momentum penting dalam pembangunan ekosistem pendidikan Islam yang bertumpu pada spiritualitas, karakter, lingkungan, dan kesejahteraan guru madrasah.
Dalam sambutannya Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengapresiasi pengabdian para guru madrasah yang rela berkorban menerjang ombak dan medan yang berat demi mencerdaskan generasi penerus bangsa.
“Ada guru yang mengajar di pulau terpencil, mempertaruhkan nyawa dengan gelombang laut yang dahsyat. Ada yang harus berjalan kaki sedemikian panjang karena tidak ada kendaraan yang bisa lewat di tempatnya. Bahkan juga ada yang harus melakukan penderitaan yang lain. Itulah guru, yang buat kita semua adalah sumber pencerahan bangsa,” ujar Menag.
Tingginya risiko tersebut mendorong Kemenag berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Menurut data BPJS Ketenagakerjaan, tahun ini jumlah guru madrasah yang terlindungi telah mencapai 181 ribu orang atau naik 9,5 persen dari tahun sebelumnya.
