IPOL.ID – Adanya korban jiwa saat banjir di Jakarta 12-18 Februari 2026 lalu menjadi catatan yang harus diperhatikan bagi para stakeholder di Jakarta.
Hal itu dipandang sangat diperlukan, mengingat masyarakat Jakarta sangat membutuhkan informasi dan bantuan saat banjir melanda pemukiman tempat tinggal warga.
Apalagi, BMKG sudah memberikan warning curah hujan akan terus meningkat hingga beberapa bulan mendatang.
“Jadi ketika gelombang air yang cukup besar sudah terdeteksi, lantas mengakibatkan banjir, meluap, genangan, dan sebagainya. Ya harus ada antisipasi dan langkah cepat. Koordinasi dengan PLN, koordinasi dengan dinas pertamanan dan Dinas lainya. Stake holder harus melakukan langkah koordinasi dalam menganalisa tingkat kerawanan,” ujar anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Puadi, Selasa (20/1/2026).
Dikatakan Puadi, khusus dalam mengantisipasi banjir di Jakarta. Dinas Sumber Daya Air (SDA) diharapkan menyusun kerja-kerja penanganan terhadap antisipasi banjir.
Salah satunya, sambung Ketua Fraksi PKB di DPRD DKI itu dengan mengoperasikan pompa dan lebih banyak melakukan pengadaan pompa dan melakukan langkah-langkah sebelum mengerjaan program pengendalian banjir rampung dikerjakan.
