IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset optimasi perolehan nikel dan kobalt dari baterai bekas untuk mendukung penyediaan bahan baku teknologi transisi energi.
Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Material BRIN, Nur Vita Permatasari, mengatakan nikel dan kobalt merupakan komponen utama baterai kendaraan listrik, perangkat elektronik, dan sistem penyimpanan energi. Seiring meningkatnya penggunaan teknologi tersebut, kebutuhan baterai litium diperkirakan akan terus bertambah.
“Daur ulang baterai bekas tidak hanya menyediakan sumber logam kritis, tetapi juga menghasilkan jejak lingkungan dan kebutuhan energi yang lebih rendah dibandingkan penambangan,” jelas Vita, dalam Webinar ORNAMAT #82, Selasa (10/3).
Vita menjelaskan baterai litium-ion bekas berpotensi menjadi sumber nikel dan kobalt melalui konsep urban mining, karena kandungan logamnya relatif lebih tinggi dibandingkan tambang primer. Penelitian ini menggunakan metode pelindian (leaching) yang dioptimalkan dengan response surface method (RSM) untuk meningkatkan efisiensi pemulihan logam kritis.
