IPOL.ID – Badan intelijen Amerika Serikat (CIA) dan Mossad Israel dilaporkan tengah kesulitan melacak keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Sosok pengganti mendiang Ali Khamenei tersebut secara mengejutkan absen dalam perayaan tahun baru Nowruz, yang memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatan dan kendali kekuasaan di Teheran.
Absennya Mojtaba pada perayaan Jumat (20/3) dianggap tidak lazim, mengingat tradisi pemimpin tertinggi Iran yang biasanya muncul di hadapan publik dalam momen tersebut. Saluran resminya hanya merilis pesan tertulis berisi seruan persatuan, tanpa kehadiran fisik maupun rekaman video.
Mojtaba belum pernah muncul di publik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Muncul laporan bahwa ia mengalami cedera serius, termasuk patah kaki dan luka wajah, dalam serangan yang sama.
Media Kuwait, Al Jarida, sempat mengabarkan bahwa Mojtaba telah dilarikan ke Rusia menggunakan pesawat militer atas permintaan Presiden Vladimir Putin untuk menjalani operasi.
Namun, kabar ini dibantah oleh Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali. Ketidakpastian ini membuat CIA terus melakukan analisis digital terhadap foto-foto Mojtaba di media sosial guna memastikan keaslian waktu pengambilan gambar.
