IPOL.ID — Mudik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan denyut besar mobilitas nasional yang mempertemukan jutaan cerita, harapan, dan kerinduan dalam satu momentum. Tahun ini, lonjakan pergerakan kembali terjadi dengan intensitas yang lebih tinggi, namun tetap mampu dikelola secara optimal melalui kesiapan sistem dan kolaborasi lintas sektor yang solid.
Momentum peningkatan ini turut disampaikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang menyebut moda penyeberangan telah melayani sebanyak 5,52 juta penumpang atau naik 15,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menjawab tantangan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan transportasi yang tidak hanya andal, tetapi juga adaptif dan terkelola optimal, khususnya di 15 lintasan pantauan nasional.
Adapun ragam lintasan tersebut merupakan lintas vital dengan mobilitas tinggi, diantaranya Merak – Bakauheni, Ciwandan – Wika Beton, Bojonegara – Muara Pilu, Ketapang – Gilimanuk, Padangbai – Lembar, Jangkar – Lembar, Kayangan – Pototano, Kariangau – Penajam, Bajoe – Kolaka, Hunimua – Waipirit, Bira – Pamatata, Bolok – Rote, Bitung – Ternate, Ajibata – Ambarita, Telaga Punggur – Tanjung Uban, Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian, serta Nias – Sibo.
