IPOL.ID- Ruang operasi semestinya menjadi ruang paling steril bukan hanya dari kuman, tetapi juga dari tindakan yang berpotensi mengganggu fokus dan keselamatan pasien. Namun, batas itu seolah runtuh ketika sebuah video memperlihatkan seorang tenaga kesehatan berjoget di tengah proses pembedahan di RSUD Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah.
Aksi yang terekam dan viral di media sosial itu memicu gelombang kritik. Dalam video, seorang perawat pria tampak menari mengikuti musik DJ, bahkan mengalungkan botol infus di lehernya. Di saat yang sama, tiga dokter tetap melanjutkan operasi dengan ekspresi yang tak sepenuhnya nyaman sebagian tampak menggeleng, lainnya melirik heran.
Perawat tersebut belakangan diketahui berinisial RA alias Riga Septian Bahri. Ia disebut melakukan aksi itu secara spontan, membawa pengeras suara ke ruang operasi tanpa koordinasi. Namun di mata publik, spontanitas bukan alasan yang bisa membenarkan situasi tersebut.
Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin, tidak menutupi kekecewaannya. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap etika profesi dan disiplin kerja. Rumah sakit pun bergerak cepat, memanggil yang bersangkutan dan melimpahkan kasus ini ke BKPSDM Aceh Tengah untuk proses lebih lanjut.
