IPOL.ID-Lonjakan harga minyak mentah yang terdampak dari konflik Iran dengan Amerika-Israel mengakibatkan kenaikan harga BBM di sejumlah negara.
Berbeda dengan di Tanah Air, harga BBM justru cenderung stabil tanpa ada kenaikan.
Kebijakan itu pun menjadi pertanyaan besar, anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim. Dia pun mengingatkan pemerintah agar kebijakan menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, tidak mengorbankan kesehatan finansial PT Pertamina (Persero).
Menurut Rivqy, penunjukan Pertamina untuk menanggung selisih harga di tengah fluktuasi harga minyak dunia menempatkan perusahaan tersebut dalam posisi yang menantang secara keuangan.
“Kebijakan pemerintah menahan harga BBM di tengah gejolak harga mentah dunia menempatkan PT Pertamina dalam posisi yang cukup menantang secara finansial. Maka dibutuhkan kejelasan skema keputusan ini dari pemerintah, termasuk perhitungan beban kompensasi dan dampaknya terhadap sektor energi nasional secara transparan dan terukur,” ujar Rivqy, Jumat (3/4/2026).
