IPOL.ID – Teka-teki keberadaan 11 bayi yang dievakuasi polisi dari sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, akhirnya terkuak.
Sebagian besar belasan bayi tersebut merupakan anak-anak yang lahir dari hubungan di luar pernikahan yang kemudian dititipkan kepada seorang bidan.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menyampaikan para ibu bayi berasal dari latar belakang berbeda. Sebagian masih berstatus mahasiswa, sementara lainnya sudah bekerja.
Mereka melahirkan di tempat praktik seorang bidan berinisial ORP yang berlokasi di Kapanewon Gamping.
“Untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, (hasil) di luar pernikahan,” katanya, Senin (11/5).
Awalnya, hanya ada satu ibu yang melahirkan kemudian menitipkan anaknya dengan tarif Rp50 ribu per hari. Namun seiring waktu, jumlah bayi yang dititipkan terus bertambah hingga mencapai 11 orang.
“Awalnya hanya satu orang yang melahirkan di sana. Kemudian si ibunya yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut,” jelasnya.
