IPOL.ID – Menteri Kesehatan (Menkes)Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyebaran Hantavirus di Indonesia mayoritas berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan curut, bukan melalui kontak antarmanusia.
Menurutnya, sekitar 99 persen kasus penularan virus tersebut terjadi akibat paparan hewan pengerat, baik melalui gigitan maupun kontak dengan urine, air liur, atau kotorannya.
“99 persen penularan Hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia,” kata Budi dalam keterangannya, dikutip Jumat (15/5).
Jenis Hantavirus yang ditemukan di Indonesia merupakan varian Asia dengan tingkat kematian berkisar 5 hingga 15 persen. Angka itu disebut jauh lebih rendah dibandingkan varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan.
Varian Andes diketahui dapat menyerang paru-paru secara serius dan memiliki tingkat kematian hingga lebih dari 50 persen.
Karena itu, Budi menyebut Hantavirus tak mudak menular antarmanusia seperti Covid-19.
“Indonesia sejak pandemi Covid-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,” sebutnya.
